Kredit Motor
Bakrie & Brothers; “Bakrie For The World”
Oleh Galih Kusuma
Bakrie & Brothers adalah perusahaan induk Bakrie Group, dirintis oleh Achmad Bakrie (1916-1988) pada tahun 1942 di Teluk Betung, Lampung. Awalnya usaha Bakrie & Brothers adalah memperdagangkan berbagai komoditi perkebunan unggulan, mulai dari karet, lada hingga kopi. Ternyata perusahaan ini berkembang dengan pesat, tahun 1959 Bakrie & Brothers merintis industri manufaktur pipa baja pertama di Indonesia, lalu tahun 1973-1985 Bakrie & Brothers mulai ekspansi bidang industri baja, pengolahan logam dan bidang-bidang infrastruktur lainnya. Bakrie & Brothers terus berkembang menjadi perusahaan raksasa dan menjadi salah satu korporasi terbesar di Indonesia yang memiliki banyak perusahaan di sektor-sektor strategis. Sempat digoyang krisis utang di tahun 2001, di tahun 2008 Bakrie & Brothers bertransformasi menjadi Holding Company, yang fokus berinvestasi di Tujuh sektor strategis; infrastruktur, logam, agribisnis, telekomunikasi, batubara & gas, dan sektor properti.
Sekedar berandai-andai, jika saya menjadi CEO Bakrie & Brothers, dengan visi jauh ke depan, saya akan mengambil langkah-langkah strategis yang efektif dan efisien untuk mendapat keuntungan maksimal dengan memanfaatkan peluang, dan mengantisipasi ancaman dengan membenahi kelemahan, dan dalam jangka panjang agar di umurnya yang ke 100 kelak, Bakrie Group bisa menjadi korporasi yang disegani di level dunia, dengan slogan baru "Bakrie for The World".
Menurut Peter F Drucker (1909-2005) yang dikenal sebagai Bapak Manajemen, “The CEO is the link between the inside that is organization, and the outside of society, economy, technology, markets, and customers.” , jadi peran CEO adalah sebagai jembatan penghubung antara internal perusahaan dengan kondisi ekternal seperti sosial, ekonomi, teknologi, market dan konsumen. Oleh karena itu, sebelum menentukan langkah-langkah strategis yang akan saya jalankan di Bakrie & Brothers, saya akan melakukan analisis perusahaan ini dengan menggunakan analisis SWOT. Analisis SWOT sangat tepat untuk digunakan karena analisanya mencakup internal dan eksternal perusahaan, sesuai dengan peran CEO sebagai link antara internal perusahaan dengan eksternal perusahaan.
Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.
Internal, Attributes of the Organization
Strengths (S)
Bakrie & Brothers, Tbk adalah Holding Company kelompok usaha Bakrie (Bakrie Group), sebagai sebuah korporasi, Bakrie & Brothers memiliki aset yang sangat besar, mencapai Rp 31.7 Trilyun (2010), Bakrie & Brothers memiliki banyak perusahaan di 7 sektor strategis, yakni; Agrobisnis, Telekomunikasi, Pertambangan Gas dan Batubara, Industri Logam, Properti dan Infrastruktur.
Selain itu nama besar keluarga Bakrie juga menjadi salah satu kekuatan utama Bakrie Group, contohnya ketika pada Tahun 2001 Bakrie Group mengalami krisis utang, pemegang saham mayoritas, keluarga Bakrie, bersedia menukarkan saham untuk menalangi utang 1 miliar dollar AS. Saham mereka yang saat itu sebesar 55 persen turun menjadi 2,5 persen, dan upaya ini berhasil, Bakrie Group berhasil lolos dari krisis.
Weaknesses (W)
Image Bakrie & Brothers tidak bisa dilepaskan dengan sosok Aburizal Bakrie (Ical), Pak Ical sebelumnya adalah Komisaris Utama Bakrie & Brothers. Pak Ical kini menjadi Ketua Umum Partai Golkar, dan sebagai seorang politikus tentu saja banyak intrik politik yang mendera pak ical, yang ujung-ujungnya akan turut mempengaruhi citra Group Bakrie di mata masyarakat.
Bakrie & Brothers adalah sebuah perusahaan terbuka, citra perusahaan di mata publik akan sangat berpengaruh terhadap kepercayaan investor, berbagai masalah yang memperburuk citra perusahaan, diantaranya soal Lapindo dan Bakrie Life harus segera diselesaikan.
External, Attributes of the Environment
Opportunities (O)
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia kian agresif, tiap tahun rata-rata 6 %, Industri terus menggeliat, dan kelompok masyarakat kelas menengah di Indonesia terus meningkat, beberapa sektor seperti properti, agribisnis, ritel, infrastruktur, otomotif dan teknologi informasi sepertinya akan sangat potensial.
Threats (T)
Jika Pak Ical jadi maju dalam capres 2014, hasil Pilpres 2014 akan sangat mempengaruhi citra Bakrie Group, apapun hasilnya, untuk itulah sedari sekarang perlu diambil langkah-langkah untuk mengantisipasi efek terburuk yang mungkin timbul akibat gelaran pesta demokrasi tersebut.
Dalam jangka pendek efek krisis Uni Eropa juga perlu diantisipasi, Apa yang terjadi di zona euro adalah alarm bagi perekonomian global. Indikasi dampak semakin meluasnya area krisis dari sentrum di zona euro, bisa kita lihat dari melambatnya perekonomian China dan India sebagai dua negara emerging market dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi selama satu dekade terakhir.
2. Langkah-langkah Strategis
A. Strength + Opportunities = Advantages
Dari hasil analisis SWOT tadi, saya telah mendapatkan bahan-bahan untuk menentukan langkah-langkah yang saya ambil sebagai CEO, kekuatan utama (Strengths) Bakrie & Brothers adalah asetnya yang sangat besar di 7 sektor strategis, selanjutnya adalah bagaimana memanfaatkan aset-aset tersebut agar menghasilkan keuntungan maksimal. Dengan manajemen aset yang efekfif dan efisien akan dapat memanfaatkan peluang (Opportunities) yang telah menanti, yakni pertumbuhan ekonomi yang agresif, langkah-langkah yang saya ambil adalah;
- Pertama, merumuskan pihak pihak luar yang benar-benar berarti bagi organisasi atau “the meaningful outside”. Harus ditetapkan mana yang betul-betul berarti, meskipun ada beberapa stakeholder, yang paling dianggap penting adalah konsumen. Jadi kalo ada konflik satu sama lain, penyelesaiannya dengan mengutamakan pihak yang paling penting, yaitu konsumen. Konsumen utama Bakrie Group adalah perusahaan dan masyarakat kelas menengah, dari hasil analisis SWOT tadi, jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia meningkat pesat, opportunity ini harus dimanfaatkan dengan baik. Misalnya dalam penyelesaian kasus gagal bayar produk asuransi Diamond Investa milik PT Asuransi Jiwa Bakrie, pihak Bakrie & Brothers harus turun tangan dan mengambil langkah tegas untuk kebaikan perusahaan juga di masa depan, konsumen harus diutamakan.
- Kedua, memutuskan mana bidang yang akan digeluti dan mana yang tidak, karena tidak semua bidang cocok dengan sasaran dan kompetensi Bakrie Group, jadi lebih baik fokus di sektor-sektor yang sesuai dengan opportunities. Dari hasil analisa faktor Opportunities, bidang properti, infrastruktur, telekomunikasi dan agribisnis nampaknya sangat potensial untuk terus digenjot, dan Bakrie Group perlu menjajaki sektor ritel dan industri otomotif yang terus bergeliat.
- Ketiga, menyeimbangkan kepentingan saat ini dan masa depan. Dengan cara menetapkan target pertumbuhan yang realistis namun mantap. Saya akan mengkoreksi target pertumbuhan finansial ke angka-angka yang lebih realistis. Langkah ini mungkin tidak populer di pasar saham, namun saya yakin nantinya akan menjadi lebih sehat secara jangka panjang. Di bidang pengembangan organisasi, saya akan terlibat secara langsung terhadap rencana karier seluruh calon pemimpin potensial berikutnya, karena merekalah masa depan dari kelangsungan bisnis Bakrie & Brothers.
- Keempat, mempertajam nilai-nilai (Core values), tradisi dan kultur perusahaan. Nilai-nilai perusahaan merupakan cerminan identitas kolektif perusahaan. Jika ingin sukses, maka nilai-nilai perusahaan haruslah terhubung dengan “meaningful outside” serta relevan untuk saat ini dan masa mendatang.
B. Weaknesses and Threat Anticipations
Langkah selanjutnya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru. Dengan mempertimbangkan faktor weaknesses Bakrie Group, yakni image perusahaan yang terlalu lekat dengan sosok politikus Aburizal Bakrie serta faktor ancaman yang mungkin terjadi di 2014, maka saya akan melakukan langkah-langkah antisipasi yang terfokus dalam pembenahan image perusahaan dengan cara-cara filantropis (dalam artian positif);
- Menegaskan aturan yang jelas agar setiap perusahaan di Bakrie Group menjauhi politik praktis, termasuk diantaranya adalah stasiun TV tv0ne. Hal ini penting untuk memperbaiki image perusahaan di masyarakat, karena masyarakat indonesia sudah sangat cerdas dalam hal politik.
- Menetapkan program-program CSR yang lebih masif, agresif dan langsung menyentuh masyarakat indonesia, hal ini juga untuk mengantisipasi konflik yang kerap timbul dengan masyarakat, misalnya di sektor Agribisnis. CSR difokuskan di bidang ekonomi rakyat, sosial, lingkungan hidup, kesehatan dan pendidikan.
- Menyelesaikan dengan segera persoalan-persoalan perusahaan yang berpengaruh negatif terhadap image Bakrie Group, misalnya soal Lapindo dan Bakrie Life.
- Untuk mengantisipasi dampak krisis Uni Eropa, dapat dilakukan dengan memaksimalkan target pasar domestik, dan Asia. Serta menahan untuk sementara investasi ke luar negeri sampai perekonomian global mulai pulih.
Jadi kepada bapak-bapak komisaris Bakrie & Brothers, pilihlah saya jadi CEO. :)

Lomba Blog Bakrie Group